Setting Linux Sebagai Penguasa Domain

7 Agustus, 2008

Melakukan migrasi sistem dari Server Windows menjadi Server Linux tidaklah terlampau sulit. Apalagi, hal ini bisa dilakukan pada bagian backend dan tidak terlalu berpengaruh pada user pengguna secara langsung. Berpengaruh dalam arti ada beberapa modifikasi memang ya, tapi tidak berpengaruh seperti halnya kita mengganti aplikasi Office dari Microsoft Office menjadi Open Office.

Bagi yang merasa nyaman dengan Windows Server, jangan lupa, biaya lisensi server berbasis Windows bukan hanya dari sisi biaya server itu sendiri, melainkan juga dari sisi koneksi client / client access. Biaya ini semakin mahal jika jumlah komputer client semakin banyak, padahal sebagian besar perusahaan menggunakan sistem operasi Windows Server hanya untuk sekedar file sharing dan active directory alias domain controller. Fungsi-fungsi Windows server tersebut dapat digantikan oleh Linux tanpa ada masalah berarti.

Setting linux server sebagai Primary Domain Controller ini saya ambil dari pengalaman pribadi sewaktu melakukan migrasi server di perusahaan, lk tahun yang lalu. Sampai dengan saat ini berjalan lancar tidak ada masalah.

Distro Linux yang saya pakai adalah OpenSuSE 10.2. Sewaktu pertama kali melakukan setup, saya menggunakan distro linux 10.0 dan 10.1 tanpa ada perbedaan. Sekarang memang menggunakan SLES (SuSE Linux Enterprise Server) yang berlisensi tapi sejauh pengalaman saya, tidak ada perbedaan setup yang mencolok dari ketiga varian SuSE Linux ini.

PERSIAPAN

– Install Open SuSE 10.2.
Jika menggunakan distro linux lain tidak masalah. Mungkin ada beberapa perintah yang perlu disesuaikan

– Buat Catatan Mengenai Beberapa Setting
Misalnya, nama domain yang akan digunakan. Dalam contoh ini saya menggunakan xxxxx.co.id. Jika perusahaan sudah memiliki PDC Windows Server yang sudah berjalan, cara paling aman adalah membuat domain baru yang mirip. Dalam kasus yang saya simulasikan kali ini, domain sebelumnya menggunakan xxxx.com.

Pada dasarnya, hal ini untuk menghindari kemungkinan kalahnya Server Windows dalam memperebutkan posisi Primary Domain Controller melawan Server Linux yang baru kita buat. Takutnya, kita belum selesai melakukan setup server, ternyata Server Linux sudah mengumumkan dirinya sebagai PDC dan langsung meminta Windows Server berhenti berkuasa sebelum waktunya, hehehe…

Setting untuk memenangkan status sebagai PDC ada pada smb.conf yang akan kita konfigurasikan.

Contoh lain adalah untuk nama User Administrator (misalnya root password) dan lain sebagainya. Ini untuk menghindari gagalnya server Linux sewaktu disetup hanya gara-gara hal konyol ‘kelupaan password’ -D.

LANGKAH-LANGKAH
1. Install Komponen Samba
Komponen Samba Server dapat diinstall melalui YAST. Ketik saja “Samba” pada kotak pencarian, kemudian install komponen yang diperlukan.

2. Edit smb.conf
OpenSuSE secara default meneyimpan setting samba pada /etc/samba. Buka file /etc/samba/smb.conf dengan text editor dan replace isinya dengan setting sebagai berikut

[global]
log file = /var/log/samba/log.%L
socket options = TCP_NODELAY IPTOS_LOWDELAY SO_SNDBUF=8192 SO_RCVBUF=8129
admin users = root
domain master = yes
time server = yes
logon home = \%L\profiles%u
netbios name = server
writeable = yes
usershare max shares = 100
server string = Server Utama – Samba %v on %L
invalid users = bin,daemon,sys,man,postfix,mail,ftp
workgroup = xxxxx.co.id
logon path = \%L\profiles%u
os level = 65
create mode = 777
add machine script = /usr/bin/useradd -d /dev/null -g samba-clients -s /bin/false -M %u
preferred master = yes
directory mode = 777
log level = 2
domain logons = yes
# gunakan logon path untuk Windows NT/200x/XP
# gunakan logon home untuk Windows 9x
;logon script = logon.bat
[homes]
comment = Home Directories
browseable = no
read only = no

[netlogon]
path = /srv/samba/netlogon
browseable = no
public = no
writeable = no

[profiles]
path = /srv/samba/profiles
writeable = yes
create mask = 0700
directory mask = 0700
browseable = no

[sharedata]
comment = data public
writeable = yes
invalid users = bin,daemon,sys,man,postfix,mail,ftp
path = /srv/share-data

[Accounting]
comment = Data Accounting
valid users = acct-01, acct-02,acct-03,acct-04,acct-05,@it
create mode = 777
write list = acct-02,acct-03,acct-04,acct-05,tono,acct-01
path = /local/data-msa/Accounting
directory mode = 777

[HRD]
comment = Data HRD
valid users = hrd-01, hrd-02, hrd-03,@it
path = /local/data-msa/HRD

Keterangan untuk masing-masing opsi :
[global] : Opsi Utama
log file : Lokasi log yang terkait dengan aktivitas Samba
socket options : Nggak tahu ini buat apa, lupa euy -D
admin users : Nama user yang bertindak sebagai Administrator
domain master : Bertindak sebagai master domain
time server : Bertindak sebagai server untuk pencocokan waktu
logon home : Nama direktori mapping user
netbios name : Nama yang tampil pada list My Network Places atau Network Neighborhood atau Samba
writeable : Permission
server string : Keterangan mengenai Server, berguna jika server > 1
invalid users : Nama User yang tidak boleh digunakan
workgroup : Nama workgroup / domain
logon path : Nama direktori logon script
os level : Level hak sebagai server domain controller. Rata-rata server Windows memiliki os level 32
create mode : Permission status untuk file yang baru dibuat di samba folder. Bisa disetup sesuai kebutuhan
add machine script : Script untuk penambahan client komputer
preferred master : bertindak sebagai master browser
directory mode : Permission status untuk folder yang baru dibuat di samba folder. Bisa disetup sesuai kebutuhan
domain logons : Menjadi PDC

Opsi Home, Netlogon dan Profiles digunakan untuk menyimpan konfigurasi setting masing-masing client.

Opsi Share Data, Accounting dan HRD adalah contoh folder yang dishare untuk user. Saya memberikan contoh dengan masing-masing perbedaan peruntukan.

[sharedata]
comment = data public
writeable = yes
invalid users = bin,daemon,sys,man,postfix,mail,ftp
path = /srv/share-data

[Accounting]
comment = Data Accounting
valid users = acct-01, acct-02,acct-03,acct-04,acct-05,@it
create mode = 777
write list = acct-02,acct-03,acct-04,acct-05,tono,acct-01
path = /local/data-msa/Accounting
directory mode = 777

[HRD]
comment = Data HRD
valid users = hrd-01, hrd-02, hrd-03,@it
path = /local/data-msa/HRD

Folder Sharedata untuk semua user
Folder Accounting hanya untuk user acct-01 s/d acct-05 (buat user di samba)
Folder HRD diperuntukan untuk bagian HRD (user name hrd-01 s/d hrd-03)

comment : Keterangan mengenai share folder
valid users : User yang berhak mengakses
create mode : Permission untuk file yang baru dibuat, bisa diubah sesuai kebutuhan
write list : User yang berhak baca & tulis
Path : Lokasi fisik pada harddisk server
directory mode : Permission untuk folder yang baru dibuat, bisa diubah sesuai kebutuhan

Dalam contoh, saya menggunakan 2 folder fisik, yaitu /srv dan /local. Hal ini karena harddisk /srv hanya berkapasitas 70 GB jadi saya menambah harddisk baru berkapasitas 250 GB dan saya mount sebagai /local.

Konfigurasi untuk hak user samba dapat lebih mudah disetup menggunakan webmin. Nanti kita membahasnya pada sesi lain.

Setelah setting smb.conf dibuat dan disimpan, sekarang kita bisa meminta SuSE menjalankan samba. Berikan perintah :

service samba start

Jika sudah berjalan, kita bisa meminta samba untuk melakukan load konfigurasi ulang dengan :

service samba restart

OK, satu tahap instalasi sudah selesai. Sekarang kita pindah ke bagian setting client untuk akses.

Slackware Linux Sebagai Router

7 Agustus, 2008

Jika kita mempunyai beberapa komputer yang saling terhubung lewat jaringan (ethernet misalnya), kita dapat menggunakan Slackware sebagai pintu gerbang (router/gateway) untuk menyambungkan semua komputer ke internet.

Router dan gateway sendiri sebenarnya secara teori mempunyai filosofi arti yang berbeda, gateway sebenarnya mengacu pada alat yang difungsikan untuk menjembatani dua buah jaringan yang mempunyai topologi berbeda, berbeda subnet, dsb, sedangkan router untuk mengatur pengalamatan paket-paket data dalam jaringan yang berbeda sehingga komunikasi dapat terlaksana.

Akan tetapi dalam kenyataan sehari-hari, router dan gateway seringkali hanya ditangani oleh sebuah alat saja. Hal inilah yang menyebabkan router selalu diidentikkan dengan gateway, demikian pula sebaliknya.

Router banyak didistribusikan dalam bentuk paket perangkat keras terpadu bermerek seperti Cisco, Huawe dan lain-lain dengan harga yang relatif mahal. Tetapi kita juga dapat membangun sebuah PC Router dengan biaya yang relatif murah menggunakan Slackware

NAT (Network Address Translation)

Misalkan, ada lima buah PC yang terhubung ke akses Internet, maka secara gamblang akan dibutuhkan juga paling tidak lima sambungan telepon untuk masing-masing PC tersebut. Tentunya pembiayaan untuk sambungan ini akan menjadi sangat mahal, bukan? Nah, disinilah fungsi NAT di perlukan.

Dengan konsep NAT, hanya diperlukan satu buah sambungan telepon saja ke sebuah PC (PC dengan min. 2 buah NIC biasanya), kemudian empat PC yang lain dihubungkan ke switch. Kemudian switch dihubungkan dengan salah satu NIC (Network Internet Card) komputer yang terhubung dengan Internet. Dimana komputer tersebut difungsikan sebagai gateway dengan oleh mesin slackware yang terinstal didalamnya. NAT secara otomatis akan menterjemahkan alamat IP dari setiap komputer di jaringan lokal menjadi satu alamat IP publik. Gateway juga dapat berfungsi sebagai firewall yang melindungi client dari akses yang tidak diinginkan.

Konfigurasi mesin Slackware untuk Gateway

Sebelum membuat mesin slackware menjadi gateway dalam jaringan lokal yang kita miliki tentunya hal pertama yang perlu dilakukan adalah menginstall distro slackware pada komputer yang akan dijadikan gateway. Ini juga berlaku untuk distro linux lainya, tinggal menyesuaikan saja konfigurasi yang ada sesuai distronya Smile Disini saya menggunakan Slackware 12

Jika kita sudah memiliki mesin slackware yang akan dijadikan Gateway, pertama-tama kita pastikan terlebih dulu apakan ethernet yang terpasang pada mesin slackware sudah up apa belum ? (Untuk keperluan Gateway, membutuhkan min. 2 NIC. Tergantung jumlah network yang akan kita hubungkan). Diasumsikan NIC pertama terhubung ke ISP tempat kita berlangganan akses internet dan NIC kedua terhubung ke jaringan lokal milik kita. Untuk mengecek keadaan ethernet, bisa dilakukan dengan perintah ifconfig.

root@local:~# ifconfig
eth0 Link encap:Ethernet HWaddr 00:0C:29:5F:FF:FF
inet addr:10.10.1.2 Bcast:10.10.1.255 Mask:255.255.255.0
inet6 addr: fe80::20c:29ff:fe5f:ffff/64 Scope:Link
UP BROADCAST RUNNING MULTICAST MTU:1500 Metric:1
RX packets:72 errors:0 dropped:0 overruns:0 frame:0
TX packets:43 errors:0 dropped:0 overruns:0 carrier:0
collisions:0 txqueuelen:1000
RX bytes:7380 (7.2 KiB) TX bytes:6633 (6.4 KiB)
Interrupt:17 Base address:0×1080

eth1 Link encap:Ethernet HWaddr 00:0C:29:5F:FF:09
inet addr:192.168.1.1 Bcast:192.168.1.255 Mask:255.255.255.0
inet6 addr: fe80::20c:29ff:fe5f:ff09/64 Scope:Link
UP BROADCAST RUNNING MULTICAST MTU:1500 Metric:1
RX packets:0 errors:0 dropped:0 overruns:0 frame:0
TX packets:6 errors:0 dropped:0 overruns:0 carrier:0
collisions:0 txqueuelen:1000
RX bytes:0 (0.0 b) TX bytes:468 (468.0 b)
Interrupt:18 Base address:0×1400

lo Link encap:Local Loopback
inet addr:127.0.0.1 Mask:255.0.0.0
inet6 addr: ::1/128 Scope:Host
UP LOOPBACK RUNNING MTU:16436 Metric:1
RX packets:10 errors:0 dropped:0 overruns:0 frame:0
TX packets:10 errors:0 dropped:0 overruns:0 carrier:0
collisions:0 txqueuelen:0
RX bytes:664 (664.0 b) TX bytes:664 (664.0 b)

Apabila ada output seperti diatas berarti ethernet kita sudah terdeteksin dengan baik oleh kernel dan keduanya dalam keadaan up / aktif. Tingal sesuaikan IP Addressnya dengan network yang kita miliki. Tetapi jika dalam keadanya kita mengeksekusi perintah ifconfig tadi di atas hanya keluar output berupa :

root@local:~# ifconfig
lo Link encap:Local Loopback
inet addr:127.0.0.1 Mask:255.0.0.0
inet6 addr: ::1/128 Scope:Host
UP LOOPBACK RUNNING MTU:16436 Metric:1
RX packets:10 errors:0 dropped:0 overruns:0 frame:0
TX packets:10 errors:0 dropped:0 overruns:0 carrier:0
collisions:0 txqueuelen:0
RX bytes:664 (664.0 b) TX bytes:664 (664.0 b)

Maka ada 2 kemungkinan apakah ethernet kita belum up atau tidak dikenali oleh kernel slackware ? Untuk memastikan apakan ethernet kita dikenali oleh kernel bisa dilakukan cek menggunakan perintah :

root@local:~# dmesg | grep eth
eth0: registered as PCnet/PCI II 79C970A
eth1: registered as PCnet/PCI II 79C970A
eth0: no IPv6 routers present
eth1: no IPv6 routers present

Terlihat bahwa eth0 dan eth1 terdeteksi oleh kernel, maka selankutnya kita tinggal meng-up-kan ethernet agar dapat di gunakan dengan perintah :

root@local:~# ifconfing eth0 up
root@local:~# ifconfing eth1 up

Selanjutnya mengkonfigurasi IP Address pada masing-masing NIC sesuai dengan konfigurasi jaringan kita. Untuk mengkonfigurasi alamat IP pada mesing slackware dapat dengan kita lakukan dengan mengedit file rc.inet1.conf yang berada pada /etc/rc.d/ .

root@local:~# vi /etc/rc.d/rc.inet1.conf
# =============================

# Config information for eth0:
IPADDR[0]=”202.83.xxx.xxx”
NETMASK[0]=”255.255.255.0″
USE_DHCP[0]=””
DHCP_HOSTNAME[0]=””

# Config information for eth1:
IPADDR[1]=”192.168.1.xxx”
NETMASK[1]=”255.255.255.0″
USE_DHCP[1]=””
DHCP_HOSTNAME[1]=””

# Default gateway IP address:
GATEWAY=”202.83.xxx.xxx”

Sampai sini kita sudah mengkonfigurasi alamat IP pada masing-masing NIC, disini (xxx) merupakan IP kita. Selanjutnya kita memasukan konfigurasi DNS dari ISP kita ke mesin slackware dengan mengedit file resolv.conf yang ada pada /etc .

root@local:~# vi /etc/resolv.conf
search aku.linux
nameserver 219.155.xxx.xxx
nameserver 202.134.xxx.xxx

Terakhir yang perlu kita lakukan adalah membuat NAT dari alamat-alamat jaringan lokal kita ke alamat IP public milik ISP langganan. Jadi nantinya semua package yang berasal dari jaringan lokal kita akan di translasikan ke alamat ip yang valid di internet (IP Public ISP). Ini juga merupakan salah satu cara untuk mensiasati semakin terbatasnya IPv4 di internet.

root@local:~# echo “iptables -t nat -A POSTROUTING -s 192.168.1.0/24 -d 0/0 -j SNAT –to 202.83.xxx.xxx” >> /etc/rc.d/rc.local

Nah pada line diatas kita memasukan rule dengan perintah iptables dan menyimpannya pada file rc.local yang berada pada /etc/rc.d yang nantinya akan selalu di eksekusi setiap kali mesin slackware booting. Disini -s 192.168.1.0/24 merupakan network jaringan lokal milik kita dan 202.83.xxx.xxx adalah alamat IP Public yang diberikan ISP langganan kita.

Oke, selesai sudah semua yang perlu kita lakukan untuk mesih gateway kita. Langkah terakhir adalah me-reboot ulang mesin slackware kita untuk menghubungkan jaringan lokal kita ke internet

Lenovo Y410 Laptop PC

1 Agustus, 2008

US netizens can now call dibs on Lenovo’s 3000 Y410 laptop for the home. That’s right, a consumer laptop — their first for the US market. Released without fanfare, the new 14.1-inch glossy 1,280 x 800 model starts at about $700 depending upon the configuration you track down at your local big box — another first for Lenovo. That gets you a 1.46GHz Pentium Dual Core T2310 proc, 1GB of memory, 160GB 5400rpm disk, dual-layer DVD writer, 6-in-1 media card reader, 802.11a/b/g WiFi, ExpressCard, and Intel X3100 graphics with 1.3 megapixel camera, Dolby Home Theater speakers with sub-woofer running atop a Vista Home Premium OS. The 1.02-1.45-inch thick / 5.5-pound sled doesn’t look half bad either… for Lenovo. Now we’re just wondering if the build quality and support matches that of their ThinkPad lineup. If so, then Lenovo’s got themselves a winner here.

Hubungan antara pagerank dan AdSense (Kang Kombor)

1 Agustus, 2008

Pagerank, yang selalu ditunggu-tunggu para penggiat SEO updatenya setiap 3 bulan adalah sistem perankingan halaman di internet yang dikeluarkan oleh Google. Secara bodoh Kang Kombor mengatakan bahwa semakin tingggi pagerank sebuah halaman, semakin penting halaman itu di mata Google. Apabila ada dua halaman yang membahas hal yang sama maka yang memiliki pagerank lebih tinggi diangap lebih bisa dipercaya. Logikanya sebenarnya sederhana, semakin banyak orang memberi taut ke halaman itu bisa berarti bahwa halaman itu ditandai sebagai halaman penting oleh semua yang memberi taut. Makanya, dalam dunia pagerank ini, orang berlomba-lomba untuk mendapatkan backlink ke blognya atau halamannya.

Google AdSense, di sisi yang lain, adalah salah satu produk Google. Google AdSense ini adalah program bagi para webmaster atau blogger untuk mempublikasikan iklan yang dipasang oleh advertiser (pemasang iklan) melalui Google AdWords.

Jadi, secara bodoh kita katakan saja bahwa pagerank dan AdSense itu merupakan saudara, hahaha…

Apa nggak ada hubungan lain?

Nah, ini nih… Kang Kombor mulai masuk ke gaya menduga-duga, mengenai hubungan lain antara pagerank dengan AdSense. Bisa jadi mereka memiliki hubungan gelap. Atau, jangan-jangan mereka itu pasangan sesama jenis yang dilarang agama dan dinistakan masyarakat?

Eh, jangan menduga-duga seperti itu. Tidak baik untuk kesehatan kita. Marilah kita menduga dengan sesuatu yang memberi manfaat.

Terus-terang Kang Kombor tidak bisa menjelaskan apakah dengan semakin tingginya PR suatu halaman maka bisa dijamin bahwa iklan AdSense yang keluar di halaman tersebut memiliki nilai bayaran yang lebih tinggi. Mbuh! Kang Kombor tidak bisa menjelaskan. Untuk hal seperti ini harus dibuat risetnya dan Kang Kombor tidak memiliki waktu dan sumberdaya untuk melakukan risetnya. Kang Kombor tidak memiliki artikel berbahasa Inggris yang memiliki pagerank di atas 2. Kalau ada, tinggal pasang AdSense di halaman itu lalu bikin posting baru (yang pasti PR-nya akan NOL) dan dipasangi AdSense juga. Bedakan AdSense kedua halaman itu dengan channel. Nah, dari sono barulah dianalisis hasil kliknya apakah bayarannya lebih tinggi dari artikel yang ber-PR atau sama saja.

Yang pasti, iklan yang muncul pada saat halaman dibuka dengan IP Indonesia dan IP luar negeri itu akan berbeda. Nilai klik dari Indonesia terkenal sangat kecil. Biasanya $0,01. Untuk mendapatkan $1 harus ada 100 klik pada iklan itu. Masya’ Allah, kalau punya blog Boso Londo dan dapat 100 klik sehari dari IP Eropa atau Amerika, rejekinya lumayan tuh.

Jadi, monggo diriset mengenai hal tersebut ya. Kita nggosip hal lain saja yang umum diketahui, yaitu hubungan antara pagerank dan PTR.

Hubungan pagerank dan PTR

Eh, PTR itu = Paid to Review. Sering juga ada yang mengatakan get paid for blogging, yaitu pekerjaan untuk menulis review tentang website/produk dari pemberi  pekerjaan.

Kalau yang ini jelas, semakin tinggi PR blog kita (halaman indeks) maka bayaran untuk mereview di blog kita juga akan semakin tinggi. Selain itu, job untuk mereview juga semakin banyak. Nggak percaya? Silakan daftarkan blog Sampeyan yang ber-PR tinggi ke pialang PTR. Nggak bakalan pake lama setelah disetujui, job akan mulai masuk.

Untuk AdSense sendiri, besar kecilnya pendapatan (secara umum) berbanding lurus dengan trafik blog kita. Semakin tinggi angka hit blog kita, semakin tinggi potensi pendapatan blog kita. Maka dari itu, silakan konsentrasi untuk menaikkan trafik apabila Sampeyan bikin duit dengan AdSense!

HP Puma-based Compaq 6735b, 6535b business laptops

4 Juli, 2008


HP has already busted out a bundle of Puma-based laptops and tablets, but it looks like it’s not done with AMD’s latest platform just yet, with it now rolling out a pair of new Compaq laptops aimed at business users. Those include the 15.4-inch Compaq 6735b and the 14.1-inch 6535b, each of which will come loaded with your choice of AMD Turion X2, X2 Ultra, or Athlon X2 processors, along with ATI Radeon HD 3200 graphics, support for up to 8GB of RAM (though only 2GB and 3GB options are configurable from HP), a max 160GB hard drive, and an optional second hard drive in place of the DVD burner if you so choose. You can also expect a WXGA resolution on each, with WSXGA+ also availabe on the 15.4-inch model and WXGA+ an option on the 14.1-inch (both have both BrightView and anti-glare options, as well). From the looks of it, you can get your hands on either one right now, with the base configuration for each setting you back $779.

There is Something More About Linux

4 Juli, 2008

I. Prologue

Linux yang digunakan dalam workshop kali ini adalah distro Ubuntu versi Feisty Fawn (7.04). Hanya sekadar informasi saja, distro ini adalah distro Linux yang mengalami perkembangan paling pesat.

Oke, sekarang mari kita mulai proses instalasi Linux pada komputer kita.

1. Sebelum proses instalasi dilakukan, ada 2 kemungkinan yang mungkin terjadi.

· Anda sudah meng-install OS Microsoft Windows pada HD yang mau anda install dengan Linux

· Anda mempunyai HD yang benar-benar kosong, dan siap untuk diisi dengan Linux.

2. Anggaplah anda sudah memiliki OS Windows, saat ini anda harus mempartisi HD anda terlebih dahulu menggunakan software partisi untuk windows, apabila anda tidak ingin kehilangan windows anda. Software yang biasa digunakan biasanya adalah PowerQuest Partition Magic. *untuk tutorial partisi mungkin akan diajarkan di lain waktu*

3. Partisilah HD anda, sesuaikan dengan kebutuhan berapa Byte yang anda butuhkan untuk instalasi Linux anda, sangat disarankan terdapat lebih dari 10 GB partisi buat Linux.

4. Partisi untuk Linux itu memerlukan 2 partisi, salah satu nya adalah partisi utama dan satunya lagi partisi swap.

· Partisi utama itu terdapat banyak tipe format HD, diantaranya adalah ReiserFS, EXT2, dan EXT3. Sangat dianjurkan untuk menggunakan EXT 3 karena merupakan teknologi terbaru dari Linux itu sendiri, dan tipe format itu lebih stabil daripada pendahulu-pendahulunya. *untuk penjelasan lebih lanjut daripada tipe HD, dapat ditanyakan ke seniornya*

· Partisi swap adalah suatu partisi yang digunakan seperti Virtual Memory pada Microsoft Windows. Besar partisi yang dianjurkan segitar 100 MB ~ 200 MB.

5. Setelah proses partisi dilakukan, siapkan CD Linux Ubuntu anda. CD ini dapat diperoleh langsung dari situs repositori online kita yaitu kambing.vlsm.org, atau kalian dapat pesan langsung ke situs Ubuntu nya. Restart komputer anda, dan usahakan boot langsung dari CD Linux yang kita masukkan tadi.

6. Setelah itu muncul pilihan install Ubuntu, pilihlah itu.

7. Setelah masuk ke proses Instalasi, ikuti step-step yang perlu kita lakukan. Semua proses instalasi dan step-step yang kita lakukan itu hampir sama dengan Microsoft Windows yang kita gunakan.

8. Step terakhir adalah menentukan partisi Linux yang akan kita gunakan, pilihlah space HD utama dalam bentuk format EXT 3, dan sisanya dalam bentuk swap.

9. Setelah itu, proses instalasi akan dijalankan.

10. VOILA !!!! Dan anda siap menggunakan Linux Ubuntu sebagai OS kedua anda. Dan Microsoft Windows anda tidak hilang sama sekali.

11. Komputer anda sekarang akan automatis menjadi dual boot, dimana anda dapat menggunakan sistem operasi Windows dan Linux Ubuntu, tinggal pilih salah satu aja ^_^;;

12. Selamat Mencoba !!!

Merubah PlayStation 3 menjadi PC Linux berbasis Ubuntu

4 Juli, 2008

PS3 to PC Ubuntu

Sekarang ini udah gak jaman lagi instal Linux pakai susah hehehe, jangankan ke komputer desktop atau notebook biasa, sekarang sejak Apple ganti processor Intel untuk Machintosh sudah banyak sekali teman-teman yang instal Linux di MacBook-nya. Kalau Bair sendiri belum nyoba instal Linux di MacBook, soalnya gak punya hehehe.

Nah yang gak punya PC tapi punya PlayStation 3 (PS3) sekarang bisa kok install Linux juga di PS3 nya tersebut, infonya bisa dilihat lengkap di http://www.popularmechanics.com.

Disitu dikatakan di PS3 tersebut hanya bisa diinstal Linux dan untuk kasus ini dipilih Ubuntu, dan gak bisa Windows atau Mac, hmmm kemungkinan besar sih masalah legalitas atau lisensinya entah untuk dimodifikasi atau diinstal *bagi yang punya info tolong dibagi :)*.

This is where things get somewhat complicated. PS3 can’t run Microsoft Windows or Apple’s OS X but it can run Linux operating systems. There are many Linux varieties, but our favorite is Ubuntu. And it turns out that the open-source community has created a program called kboot that helps load Ubuntu onto the PS3.

Oh ya, ini bukan berarti entar PS3 nya udah gak bisa dipakai, PS3 dan Linux nya bisa dipakai bergantian (sering disebut double boot), satu untuk khusus main game di PS3 dan satu lagi komputing di PC Linux. Cuman katanya tidak seperti pada PC biasa yang di bikin doubel boot dimana saat saat PC restart di Grub atau LILO, kita tinggal memilih Sitem Operasai mana yang ingin digunakan.

Switching between the Play­Station operating system and Ubuntu is not as straightforward as dual booting a standard PC. In fact, after installing the kboot file, you need to delve back into the PS3’s System Menu to designate “Other OS” under “Default System” before the PS3 even installs the full Ubuntu OS. When you restart the PS3, plug a mouse and keyboard into the USB ports. (PlayStation controllers are good for gaming, but terrible for computing.) The console will boot using your Ubuntu disc and install the new system. (Expect it to take about an hour.)

Hmm bagi kamu yang punya PS3, gak ada kerjaan hehehe.. silahkan aja didownload semua kebutuhannya installation kit (kboot+Ubuntu OS) disini.

Stop Ring Back Tone

4 Juli, 2008

Ring Back Tone (RBT) bikin pulsa habis, fitur yang sering di berikan secara gratis pada awalnya, pada akhir periode akan secara langsung memotong pulsa untuk biasa langganan RBT.
BAnyak orang yang tidak tahu bagaimana cara untuk berhenti.

Ini ada beberapa caranya:

* Mentari, ketik : UNREG kirim ke 808,
* Starone ketik : UNREG kirim ke: 808,
* M3 ketik UNREG kirim ke 808
* Telkomsel NSP 1212, ketik: RINGOFF Kirim ke: 1212
* Nada Sambung Esia, ketik RING[spasi]UNSUB kirim ke 888
* XL : UNSUB kirim ke 1818